Rabu, 19 Desember 2012

China Panik dengan Isu Kiamat Pada 21 Desember 2012


Orang Cina tidak main-main dalam menanggapi kabar akan datangnya hari kiamat.

Warga Shuangliu dan Longchang di sebelah barat daya provinsi Sichuan, Cina, nyaris memborong habis lilin dan korek api menyusul spekulasi di internet mengenai kemungkinan dunia menjadi gelap gulita. Menurut kabar itu, aliran listrik ke dua wilayah itu akan terputus selama tiga hari mulai tanggal 21 Desember, demikian kantor berita nasional, Xinhua. Laporan itu pun menyebutkan para pedagang di sana menjual paket
logistik beserta buku panduannya.
Kepanikan dipicu karena sebagian besar orang menganggap kiamat sudah dekat. Mereka menganggap serius ramalan kalender kuno suku  Maya yang meramalkan kiamat datang bulan Desember tahun ini. Padahal para ilmuwan di seluruh dunia, termasuk badan antariksa AS, NASA, telah mematahkan teori tersebut. Namun, agaknya, banyak yang masih percaya dengan hikayat itu.

Seorang pebisnis dari provinsi Jiangsu di sebelah selatan Cina bahkan membangun sejumlah kapsul serupa bahtera Nuh demi bisa bertahan dari kiamat, tulis Xinhua. Yang Zongfu, sang pengusaha, menjual tempat berteduh terbuat dari stainless-steel seharga 1 juta – 5 juta yuan, atau sekira Rp 1,5 miliar hingga Rp 7,7 miliar. Ia mengaku ada seorang konsumen Cina yang telah membeli 15 unit, dan ada juga pesanan dari Selandia Baru. Penjualan unit itu tidak dapat diverifikasi.

Kecemasan tentang datangnya kiamat menggerakkan warga Cina untuk mengambil langkah drastis lain, yakni menikah. Menurut Xinhua, kuota jumlah pasangan yang akan menikah kantor catatan sipil di Xi’an, Hefei, Guangzhou, dan Shanghai pada tanggal 21 Desember 2012 telah terisi penuh.

Ada pihak yang menduga pikiran tentang mitos kiamat tahun ini ditularkan melalui film Hollywood mengenai kehancuran dunia berjudul “2012″ yang tayang 2009 lalu. Dalam film itu, sebuah bahtera yang dibangun di Cina menyelamatkan para manusia terpilih dari bencana global. Pada awal tahun ini, para pedagang di situs Taobao.com menjual tiket bahtera Zhuo Ming Gu, kapal di film itu.

Dengan langkah serupa, sejumlah brand baru-baru ini menjajal peruntungan di situs microblogging besutan Sina Corp, Weibo. Mereka memberikan tawaran khusus yang berkaitan dengan keributan kiamat itu. Salah satunya Alpen Liebe. Merek permen ternama itu menawarkan kartu pos edisi terbatas tanggal 21 Desember untuk 100 pengguna Weibo. Kartu posnya seolah dikirimkan dari bahtera Zhuo Ming Gu ketika berlayar melewati Tibet. Tawaran itu berlaku jika pengguna me-retweet informasi itu.

Ketakutan di Sichuan itu mungkin mengagetkan. Namun, itu belum mengalahkan kepanikan serupa tahun 2011. Kala itu, pemicunya lebih masuk akal, yakni kekhawatiran tentang radiasi nuklir yang merambat dari reaktor nuklir Jepang, saat rusak digoyang gempa Jepang. Pihak berwenang Cina menangkap seorang pengguna Internet berusia 31 tahun karena telah menyebarkan “isu garam.” Aksinya membuat orang menumpuk persediaan garam. Bahkan, beberapa penduduk meminta uang mereka kembali setelah sadar garam yang disimpan jauh melampaui kebutuhan mereka.

Belum ada kepastian apakah para penduduk Shuangli dan Longchang berencana mengembalikan lilin setelah tanggal 21 Desember. Kali ini pula, tak ada penangkapan bagi penyebar gosip.

Weibo menunjukkan banyak warga jagat Internet bersikap lebih tenang dalam menyikapi isu kiamat. Mereka menggunakan kesempatan itu untuk menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan kepada keluarga terdekatnya. “Jika kiamat tiba, saya ingin bersama ibu dan ayah karena di dunia ini mereka adalah yang terpenting bagi saya,” tulis seorang pekicau perempuan.

The Wall Street Journal

Silahkan Baca Ini Juga :

0 komentar:

Posting Komentar